Belajar C++: Memahami Konsep Runtunan dan Percabangan If-Else
Ditulis oleh
mrjj
1. Memahami Konsep Runtunan (Sequence) dalam Pemrograman
Runtunan adalah struktur dasar algoritma di mana instruksi dikerjakan secara berurutan dari atas ke bawah sesuai dengan urutan penulisan penulisannya. Setiap instruksi dikerjakan sekali dan tidak ada langkah yang terlewat atau diulang kecuali ada perintah khusus.
Contoh Pentingnya Urutan: Program Menghitung Luas Persegi
Perhatikan urutan logika dalam membuat program:
- Runtunan yang Benar: Pengguna diminta menginput nilai panjang, kemudian menginput nilai lebar, setelah itu komputer menghitung luas (panjang $\times$ lebar) dan menampilkan hasilnya.
- Runtunan yang Salah: Komputer menghitung luas persegi sebelum pengguna memasukkan nilai lebar (lebar masih kosong). Akibatnya, hasil perhitungan luas akan terus bernilai 0 karena variabel lebar belum memiliki nilai yang valid.
Studi Kasus & Implementasi Program C++
Berikut adalah contoh program C++ sederhana yang menerapkan konsep runtunan matematis:
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int A, B, C, D;
cout << "Input Nilai A : ";
cin >> A;
B = A + 2;
C = B + 1;
D = A + B + C;
cout << "Nilai A : " << A << endl;
cout << "Nilai B : " << B << endl;
cout << "Nilai C : " << C << endl;
cout << "Nilai D : " << D << endl;
return 0;
}
Latihan Mandiri untuk Anda:
- Kasus Supermarket: Sebuah supermarket “BIG DISC” menjual barang keperluan sehari-hari dengan ketentuan setiap barang dikenakan pajak 10% dari total belanja, serta mendapatkan diskon 20% dari total pembelanjaan dalam bulan ini. Cobalah buat program untuk menghitung total bayar bersih bagi pembeli!
- Kasus Nilai Mahasiswa: Buatlah program C++ untuk menghitung Nilai Akhir Mahasiswa dengan bobot: Absensi (20%), Tugas (25%), UTS (20%), dan UAS (35%).
2. Percabangan / Pengkondisian dalam Pemrograman
Hidup adalah sebuah pilihan, begitu pula dengan alur logika dalam pemrograman. Suatu ketika, program harus mampu memilih langkah atau instruksi mana yang harus dieksekusi berdasarkan kondisi tertentu.
Contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari adalah konfirmasi saat keluar dari aplikasi: “Apakah Anda yakin ingin keluar?” Jika memilih “Ya”, aplikasi tertutup; jika “Tidak”, Anda tetap berada di dalam aplikasi.
Pernyataan percabangan bekerja dengan mengecek kebenaran suatu kondisi (boolean). Jika bernilai benar (true), blok perintah tertentu akan dijalankan. Jika salah (false), program akan mengabaikannya atau menjalankan instruksi alternatif.
3. Percabangan IF (1 Kondisi)
Struktur percabangan if digunakan ketika kita hanya ingin menguji 1 kondisi saja. Jika kondisi tersebut bernilai benar, maka pernyataan di dalam blok kode akan dieksekusi. Jika salah, pernyataan akan dilewatkan begitu saja.
Bentuk Umum Percabangan IF dalam C++:
if (kondisi)
{
// Pernyataan yang dijalankan jika kondisi bernilai benar
}
Contoh Program: Menentukan Kapasitas Barang
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int jumlah_barang;
cout << "Masukan jumlah barang = ";
cin >> jumlah_barang;
if (jumlah_barang > 10)
{
cout << "Maaf, Jumlah melebihi 10 \n";
}
cout << "Jumlah yang anda masukan = " << jumlah_barang;
return 0;
}
4. Percabangan IF…ELSE (2 Kondisi / Alternatif)
Mirip dengan if biasa, percabangan if...else menguji satu kondisi utama, namun perbedaannya terletak pada penanganan ketika kondisi tersebut bernilai salah (false). Blok else akan memberikan jalur alternatif perintah yang otomatis dijalankan jika kondisi pertama tidak terpenuhi.
Bentuk Umum Percabangan IF…ELSE dalam C++:
if (kondisi)
{
// Pernyataan jika kondisi benar
}
else
{
// Pernyataan jika kondisi salah
}
Contoh Program: Pengecekan Password Sederhana
#include <iostream>
using namespace std;
int main()
{
int password;
cout << "Masukan password anda = ";
cin >> password;
if (password == 12345)
{
cout << "Password anda benar \n";
}
else
{
cout << "Password anda salah \n";
}
return 0;
}
Kesimpulan
Menguasai alur runtunan (sequence) dan percabangan (conditional) adalah fondasi utama sebelum Anda melangkah ke materi pemrograman yang lebih kompleks seperti perulangan (looping) maupun fungsi. Dengan memahami cara kerja if dan if-else, Anda dapat membuat program cerdas yang interaktif dan dinamis sesuai input dari pengguna.